SERAGAM POLISI KEHUTANAN (POLHUT)

pdh polhut

                 Sumber : Blog M. Hariyanto

Pakaian Seragam Polhut adalah pakaian dan kelengkapannya yang dikenakan dalam kegiatan kedinasan. Diatur dalam Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.71/Menhut-II/2008 tanggal 31 Desember 2008 tentang Pakaian, Atribut Dan Kelengkapan Seragam Polisi Kehutanan
Pakaian seragam sebagaimana terdiri dari :
a. Pakaian Dinas Upacara (PDU);
b. Pakaian Dinas Harian (PDH), dan
c. Pakaian Dinas Lapangan (PDL).
Seragam Polhut untuk :
PAKAIAN DINAS UPACARA (PDU) POLHUT, terdiri dari:
a. Topi Pet untuk pria/wanita;
b. Kemeja lengan panjang;
c. Celana untuk pria/Rok untuk wanita;
d. Baju kaos;
e. Shal;
f. Tali kur;
g. Ikat pinggang;
h. Sarung tangan;
i. Kaos kaki;
j. Sepatu untuk pria/wanita.

PAKAIAN DINAS HARIAN (PDH) POLHUT
A. PRIA

  1. Topi harian
  2. Emblim Polhut
  3. Baju kaos
  4. Tanda pangkat
  5. Tanda Induk Kepolisian (logo Polri).
  6. Tanda Lokasi Kepolisian (tanda wilayah)
  7. Tanda instansi/unit kerja
  8. Tanda Dephut
  9. Label Polhut
  10. Tanda Nama perorangan
  11. Tali Pluit
  12. Pakaian Dinas Harian
  13.  Ikat pinggang
  14. Celana
  15. Sepatu PDH

B. WANITA

  1. Topi harian
  2. Emblim Polhut
  3. Baju kaos
  4. Tanda pangkat
  5. Tanda Polda
  6. Tanda wilayah Polda
  7. Tanda instansi (BBKSDA/TN, BKSDA/TN)
  8. Tanda Dephut
  9. Label Polhut
  10. Papan Nama Perorangan
  11. Tali Pluit
  12. Pakaian Dinas Harian (Wanita menggunakan jilbab, panjang lengan baju menyesuaikan)
  13. Ikat pinggang
  14. Rok Span (Wanita menggunakan jilbab, panjang rok menyesuaikan)
  15. Sepatu PDH

PAKAIAN DINAS LAPANGAN (PDL) terdiri dari :
a. Topi untuk pria/wanita (junggle cup/topi rimba);
b. Kemeja lengan panjang;
c. Celana untuk pria/wanita;
d. Baju kaos;
e. Ikat pinggang;
f. Tali peluit dan peluit;
g. Kopel riem;
h. Dragh riem;
i. Sepatu untuk pria/wanita;
j. Kaos kaki.

*Informasi lebih lengkap tentang pakaian, atribut, dan kelengkapan seragam Polhut bisa diunduh di sini.

Advertisements

STANDAR OPERATIONAL PROSEDURE (SOP) DAN BAGAN ALUR (FLOW CHART)

1. PEMBERIAN PERTIMBANGAN TEKNIS PERMOHONAN IUPHHK-HA/RE/HTI

1a

1b

2. PEMBERIAN PERPANJANGAN IPK PADA AREAL PELEPASAN KAWASAN HUTAN, TUKAR MENUKAR DLL

2a

2b

3. PENGANGKATAN PETUGAS PENGESAH LAPORAN HASIL PRODUKSI (P2LHP)

3a

3b

4. PEMBERIAN IPK PADA AREAL PELEPASAN KAWASAN HUTAN, TUKAR MENUKAR, DLL

4a

4b

*klik pada gambar untuk memperbesar

POLISI KEHUTANAN (POLHUT)

logo polhut

Hutan dan Sumber Daya Alam Hayati sebagai karunia dan amanah Tuhan Yang Maha Esa yang dianugerahkan kepada bangsa Indonesia merupakan kekayaan alam yang sangat tinggi nilainya karena dapat memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung bagi kehidupan dan penghidupan bangsa Indonesia, baik manfaat ekologi, sosial budaya maupun ekonomi. Untuk itu hutan harus dikelola secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Dengan nilai ekonomis yang tinggi ada saja orang  yang memanfaatkan hutan secara instan dengan mengeluarkan modal yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memikirkan aspek legalitas, prosedural, keadilan, kearifan dan kelestarian hutan dan sumber daya alam hayati.

Dalam rangka mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, tumbuhan dan satwa liar yang disebabkan oleh perbuatan manusia, dan Mempertahankan serta menjaga hak-hak negara, masyarakat, dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan perlu dilakukan upaya perlindungan hutan

Untuk menjamin terselenggaranya perlindungan hutan, maka kepada Pejabat Kehutanan tertentu sesuai dengan sifat pekerjaannya diberikan wewenang kepolisian khusus dibidangnya, yang kita kenal dengan sebutan POLISI KEHUTANAN atau disingkat POLHUT.

Polisi Kehutanan adalah Pejabat tertentu dalam lingkungan instansi kehutanan pusat dan daerah yang sesuai dengan sifat pekerjaannya, menyelenggarakan dan/atau melaksanakan usaha perlindungan hutan yang oleh kuasa undang-undang diberikan wewenang kepolisian khusus di bidang kehutanan dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. (PP 45 tahun 2004)

Polisi Kehutanan Terdiri Atas:

  1. Polhut Pembina; Polhut pembina adalah pejabat struktural tertentu dalam lingkungan instansi kehutanan pusat dan daerah yang sesuai dengan tugas dan fungsinya mempunyai wewenang dan tanggung jawab di bidang perlindungan hutan
  2. Polhut Fungsional; Polhut fungsional adalah pegawai negeri sipil dalam lingkungan instansi kehutanan Pusat dan daerah yang diangkat sebagai Pejabat Fungsional Polisi Kehutanan.
  3. Polhut Perhutani, Polhut Perhutani adalah pegawai dalam lingkungan Perusahaan Umum Perhutani yang diangkat sebagai Polisi Kehutanan oleh Direksi.

 

Tugas dan fungsi Polisi Kehutanan adalah:

  1. Melaksanakan perlindungan dan pengamanan hutan, kawasan hutan, hasil hutan, tumbuhan dan satwa liar; dan
  2. mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat, dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, tumbuhan dan satwa liar, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan. (Pasal 4 ayat (1) Permenhut RI No.P.75/Menhut-II/2014 Tentang POLISI KEHUTANAN)

Bentuk Kegiatan Polisi Kehutanan

Tugas dan fungsi Polhut di atas dilaksanakan dalam bentuk :

1. Preemtif

kegiatan preemtif yaitu kegiatan yang ditujukan guna mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup niat seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan, dilakukan dengan cara antara lain:

  1. penyadartahuandanpenyuluhan;
  2. pembinaan dan pendampinggan masyarakat

2. Preventif

Kegiatan preventif merupakan kegiatan yang ditujukan guna mencegah, menghilangkan, mengurangi, menutup kesempatan seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan, Kegiatan preventif  dilakukan dengan cara antara lain:

  1. Patroli/perondaan di dalam kawasan dan/atau wilayah hukumnya;
  2. Penjagaan sesuai perintah pimpinan di dalam kawasan dan/atau wilayah hukumnya;
  3. Identifikasi kerawanan, gangguan dan ancaman.

3. Represif

Kegiatan represif merupakan kegiatan penegakan hukum yang bersifat non yustisia untuk mengurangi, menekan atau menghentikan tindak pidana kehutanan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok. Kegiatan represif  dilakukan dengan cara antara lain:

a. operasi penegakan hukum;
b. pengumpulan bahan keterangan;
c. pengamanan barang bukti;
d. penangkapan tersangka dalam hal tertangkap tangan;
e. penanggulangan konflik satwa liar;
f. pemadaman kebakaran; dan
g. pengawalan tersangka, saksi atau barang bukti

Organisasi Polhut 

Organisasi Polisi Kehutanan Republik Indonesia, meliputi:
a. Polhut Pusat;
b. Polhut Daerah; dan
c. Polhutsus Perhutani.

Organiasi Polhut merupakan satu kesatuan komando operasi

STRUKTUR ORGANISASI POLHUT REPUBLIK INDONESIA

STRUKTUR ORGANISASI POLHUT RI

KLASIFIKASI POLHUT

A. Polhut Pembina, 
Polhut Pembina terdiri atas:

  1. Satyawana (Menteri);
  2.  Satyawana Madya (Dirjen, Gubernur, Dirut Perhutani);
  3.  Satyawana Muda (Direktur, Sekditjen,Dir PSDH perhutani, Bupati/Walikota);
  4.  Satyawana Pertama (Kadis Prop., Ka. Balai Besar KPA/KSA, Koordinator antar Brigade SPORC, Kepala Divisi Regional Perhutani,  Asisten Direktur Perlindungan SDH dan Kelola Sosial Perhutani );
  5.  Wirawana (KaSubDit di Direktorat yang membidangi perlindungan hutan, Kabalai KSDA/TN,  Kadis Kabupaten/Kota, Kabid Linhut pada Dinas Provinsi yang membidangi kehutanan, Kepala KPH Provinsi, Karo Pengendalian Perlindungan SDH dan Tenurial Perhutani, Kepala Biro Perlindungan SDH Perhutan);
  6.  Wirawana Madya;
  7.  Wirawana Muda; dan
  8.  Wirawana Pertama.

B. Polhut Fungsional, Jabatan Polhut Fungsional  terdiri dari:

  1. Polhut Terampil, Polhut Terampil adalah pejabat fungsional Polisi Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya mempergunakan prosedur dan teknik kerja tertentu;
  2. Polhut Ahli, Polhut Ahli adalah pejabat fungsional Polisi Kehutanan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya didasarkan atas disiplin ilmu pengetahuan, metodologi dan teknik analisis tertentu.

Jenjang Jabatan dan Pangkat Polhut fungsional  terampil yaitu:

  1. Polisi Kehutanan Pelaksana Pemula, pangkat Pengatur muda (II/a);
  2. Polisi Kehutanan Pelaksana, pangkat mulai dari Pengatur Muda TK I (II/b) sampai dengan Pengatur TK I (II/d);
  3. Polisi Kehutanan Pelaksana Lanjutan, pangkat mulai dari Penata Muda ( III/a) sampai Penata Muda Tk. I ( III/b);
  4. Polisi Kehutanan Penyelia, Pangkat mulai dari Penata (III/c) sampai Penata Tingkat I (III/d)

Jenjang Jabatan dan Pangkat Polhut fungsional ahli yaitu:

  1. Polisi Kehutanan Pertama, pangkat mulai dari Penata Muda (III/a) sampai dengan penata Muda Tk I (III/b);
  2. Polisi Kehutanan Muda, pangkat mulai dari Penata (III/c) sampai Penata Tk I (III/d); dan
  3. Polisi Kehutanan Madya, pangkat nulai dari pembina (IV/a), Pembina TK I, sampai Pembina Utama Muda (IV/c)

C. Polhut Perhutani, Polhut Perhutani terdiri atas:

  1. Polhut Penyelia;
  2. Polhut Pelaksana lanjutan;
  3. Polhut Pelaksana;
  4. Polhut Pelaksana Pemula

Satuan Polisi Kehutanan dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Kehutanan (Kasat Polhut) yang diangkat oleh Kepala Satuan Kerja dengan pangkat serendah rendahnya Penata Muda TK I dan/atau Polhut yang menduduki kepangkatan tertinggi

Untuk dapat diangkat menjadi Polhut Fungsional, seseorang harus memenuhi persyaratan umum meliputi:

  • berijazah paling rendah sekolah menengah atas atau sederajat;
  • berusia setinggi-tingginya untuk Sekolah Menengah Atas 25 (dua puluh lima) tahun dan Sarjana 30 (tiga puluh) tahun;
  • tinggi badan minimal bagi wanita 155 cm dan pria 160 cm;
  • berat badan ideal;
  • berbadan sehat dinyatakan dengan surat ketarangan dokter; dan
  • lulus tes kesamaptaan.

Polhut dalam melaksanakan tugas kedinasan, mengenakan pakaian seragam beratribut berupa tanda pangkat; tanda dan logo instansi;  tanda dan logo satuan;  papan nama; emblem Polhut; dan tanda kewenangan. beserta kelengkapannya.

Kartu Anggota Polhut (KTA)

Polisi Kehutanan merupakan Kepolisian Khusus (Polsus), berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (2) huruf b Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Koordinasi, Pengawasan, dan Pembinaan Teknis Terhadap Kepolisian Khusus, Penyidik Pegawai Negeri Sipil, dan Bentuk-Bentuk Pengamanan Swakarsa, bahwa dalam  rangka pengawasan teknis pelaksanaan tugas dan Fungsi Kepolisian yang diemban oleh Polsus (Polhut) diterbitkan kartu anggota polsus oleh Polri.
Menurut ketentuan Peraturan Kepala Kepolisian Negara RI Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penerbitan dan Pembuatan Kartu Tanda Anggota dan Tanda Kewenangan Kepolisian Khusus bahwa KTA diterbitkan dan diperpanjang oleh: Deops Kapolri c.q. Karo Binpolsus PPNS bagi anggota Polsus yang berada di instansi dan/atau badan pemerintah/BUMN tingkat pusat; dan  Kapolda c.q. Karo Binamitra, bagi anggota Polsus yang berada pada dinas di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota.
Kelengkapan syarat untuk memperoleh KTA  yaitu:

  1. pasfoto berwarna ukuran 2 x 3 cm dengan latar belakang atau warna dasar biru menggunakan seragam Pakaian Dinas Harian (PDH) instansi dan/atau badan pemerintah/BUMN masingmasing yang lengkap dengan badge, lokasi, papan nama, tanda kewenangan, dan tanpa tutup kepala sebanyak 2 (dua) lembar;
  2. fotokopi ijazah pendidikan dan latihan Polsus yang dimiliki;
  3. fotokopi kartu rumus sidik jari masing-masing anggota Polsus; dan
  4. surat keterangan yang memuat daftar ketentuan peraturan perundang-undangan yang ditegakkan.

VISI DAN MISI

VISI : Terwujudnya pembangunan pertanian dalam arti luas secara optimal, berdaya saing, mandiri dan lestari menuju masyarakat sejahtera.

MISI BIDANG KEHUTANAN :

  1. Mewujudkan pengolahan hutan lestari yang berpihak pada masyarakat
  2. Mengoptimalkan multifungsi hutan bagi masyarakat dan dunia usaha
  3. Menguatkan kelembagaan bidang kehutanan
  4. Eksplorasi produk pertanian, kehutanan berbasis lokal spesifik

SELAMAT DATANG

Selamat datang di weblog dishutprovkaltara.wordpress.com (bukan weblog resmi).

Weblog ini memuat informasi yang berkaitan dengan Bidang Kehutanan pada Dinas Pertanian, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Utara.

Terimakasih telah mengunjungi weblog ini, semoga informasi yang dimuat dapat bermanfaat bagi semua Pengunjung weblog ini.